Pendidikan Non Formal yang Inklusif
Sedikit mengulas masa lalu sebagai pijakan dan referensi untuk melihat beberapa dimensi pendidikan yang masih serba orisinil dalam hal Teknologi pembelajaran nya. Cara belajar yang masih terbilang sangat monoton dan satu arah, slah satunya karena masalah fasilitas yang dapat dibilang sekedarnya , asalkan ada tenaga Pengajar, ada murid nya serta tempat untuk belajar serta alat tulis yang mendukung. Ada satu pengalaman yang Penulis kritisi masalah monoton nya cara belajar baik di sekolah formal maupun non formal terutama teknologi pembelajaran nya. Kebanyakan siswa mengikuti pembelajaran karena rutinitas atau syarat memenuhi kewajiban saja, mereka belum ke tahap cara berfikir bahwa belajar atas dasar kesadaran dan keingintahuannya tentang setiap permasalahan yang disampaikan oleh Tenaga Pengajar. Paradoks atas hal tersebut bahwa mungkin siswa juga tidak faham atau tidak tertarik pada sebuah konteks pada subjek Mata Pelajaran tersebut atau mungkin bagi sebagian tenaga pengajar yang kurang memahami strategi pembelajaran atau persiapan yang kurang maksimal terhadap subjek Pelajaran tersebut, sehingga berdampak kepada siswa atau muridnya. Disinilah titik pointnya.
Zaman semakin berubah dan kehidupan yang dinamis sehingga cara berfikir manusia pun juga berubah seiring lingkungan hidup nya yang mempengaruhi cara berfikir dan bersikap. Dunia pendidikan pun dituntut harus lebih maju dalam hal Teknologi pembelajarannya , sehingga makin banyak metode cara belajar yang efektif, ada yang dengan cara optimalisasi fasilitas yang mendukung lewat update terhadap teknologi belajar seperti alat bantu layar Pintar yang mengedepankan sistem digitalisasi pembelajaran agar siswa lebih mudah memvisualisasikan atas sebuah permasalahan pada subjek yang dipelajari. Sisi lain ada Tenaga Pengajar yang lebih memfokuskan pada strategi pemecahan masalah pelajaran lewat cara mudah , singkat dan tepat untuk menjawab dan menyelesaikan soal-soal yang diberikan oleh Tenaga
Pengajar. Sebenarnya berbagai cara apapun sah saja selama tujuan nya untuk pengembangan ilmu dan pertumbuhan cara berfikir siswa lewat strategi yang diberikan oleh Tenaga Pengajar di setiap Lembaga Pendidikan.
Akses Bimbel mencoba untuk menjawab sebuah tantangan dalam hal pembelajaran lewat berbagai cara agar siswa lebih tertarik dan makin melibatkan dirinya secara sadar dalam proses belajar. Akses Bimbel mengedepankan siswa lebih terlibat dengan cara mereka untuk menanamkan keingintahuannya terhadap pelajaran lewat tutorial yang menarik. Salah satunya adalah siswa boleh memilih setiap subjek Pelajaran yang diinginkan dan belajar secara online dan offline serta melalui metode Learning Management System yang ada di aplikasi belajar, jika kurang maksimal maka siswa boleh memilih tutorial baik secara privat maupun group sesuai kebutuhan siswa. Semoga dengan teknologi pembelajaran seperti ini kami mencoba belajar lebih inklusif dan dapat dijangkau oleh berbagai lapisan masyarakat tanpa mengenal batasan sosial. Siapapun boleh ikut maju berkembang dan bertumbuh bersama akses Bimbel. Jadi belajar lebih inklusif dan berdampak luas (Red; Luki)